WPINAJA – Tema WordPress responsif berhubungan dengan perubahan kebiasaan pengguna dalam akses internet. Dari statistik milik DATABOKS, sekitar 52,8% pengguna mengakses internet menggunakan perangkat mobile pada tahun 2020.
Hal ini kemungkinan berhubungan dengan opsi perangkat yang lebih fleksibel. Jumlahnya lebih besar dari semua alternatif perangkat. Dengan begitu, website Anda juga harus sudah memenuhi kriteria desain yang optimal untuk pengguna mobile.
Dalam perkembangan tema WordPress, terdapat pola desain responsif yang secara otomatis akan menyesuaikan tata letak pada perangkat yang berbeda. Pendekatan ini sangat bermanfaat pada banyak hal, baik pengguna ataupun pemilik web.
Manfaat Desain Responsif
Desain responsif pada tema WordPress memegang peran penting sebagai strategi meningkatkan performa dan daya tarik website Anda. Berikut adalah beberapa manfaat kunci yang bisa Anda nikmati dengan memiliki tema WordPress yang responsif:
1. UX yang Lebih Baik
Proporsi dan dimensi perangkat mobile sangat bervariasi. Tanpa desain responsif, tema WordPress akan tampil berantakan di perangkat dengan proporsi yang berbeda. Hal ini pastinya bukan pengalaman yang positif dari perspektif pengguna.
Desain responsif membuat website Anda akan menyesuaikan dimensi dan proporsi tampilan secara otomatis. Dengan begitu tidak ada risiko layout yang terpotong atau berantakan.
2. Optimasi SEO
Search engine seperti Google lebih merekomendasikan web dengan desain responsif kepada pengguna internat. Tema WordPress dengan desain responsif menjadi punya kesempatan lebih baik untuk meningkatkan traffic dan visibilitas.
3. Efisiensi Kerja
Tema WordPress responsif otomatis memangkan kerumitan kerja Anda dalam pengembangan website. Anda tidak perlu membuat alternatif untuk setiap jenis perangkat secara manual. Beberapa pengaturan umum akan cukup untuk mendefinisikan tampilan di berbagai perangkat.
Hal ini juga berlaku dalam aspek pemeliharaan rutin. Dengan desain responsif, Anda tidak harus mengurus berbagai versi website setiap kali terdapat update tema ataupun WordPress.
4. Optimasi Retensi Traffic
Traffic yang mendapatkan UX ideal tentu lebih berpotensi datang kembali ke website Anda. Tema WordPress yang responsif membantu menciptakan web yang ramah dan membuat pengunjung cenderung lebih nyaman dalam mengeksplorasi konten.
Tips Pemilihan Tema WordPress Responsif
Dalam pemilihan tema WordPress responsif, proses memastikan kecocokan tidak hanya dengan status dan klaim dari pihak pengembang. Hal tersebut tentu Anda lakukan untuk menghindari risiko teknis.
Sebab klaim tersebut tentu merupakan pengakuan sepihak untuk kebutuhan pemasaran. Terdapat beberapa langkah teknis yang perlu Anda lakukan seperti dalam rangkuman WPINAJA berikut ini.
1. Ulasan Umum dan Rating
Cek detail ulasan tentang tema WordPress pilihan di halaman resmi, forum, dan media sosial komunitas. Apabila tema pilihan Anda merupakan opsi premium, usahakan untuk tidak membeli lisensinya terlebih dulu sampai seluruh rekomendasi dalam tulisan ini terlaksana.
Lakukan beberapa pengamatan dan pengujian terlebih dulu sebelum Anda berinvestasi dengan tema pilihan. Hal ini menghindarkan Anda dari risiko kerugian akibat salah memilih tema.
2. Kompatibilitas Perangkat dan Browser
Akses versi demo dari tema WordPress pilihan Anda dari perangkat dan browser yang berbeda. Anda bisa menemukannya di halaman resmi penyedia tema. Cobalah dengan beberapa perangkat dari tipe yang berbeda. Lakukan hal yang sama pada variasi brand browser.
Anda bisa menggunakan Chrome, Opera, Safari, dan Firefox secara bergantian. Pasalnya, meski Anda menggunakan satu jenis browser, situasi mungkin berbeda dari sisi pengguna. Pastikan semua versi tampilan dan akses tidak mengalami kendala.
3. Dapatkan Versi Trial
Apabila memungkinkan, dapatkan versi trial yang umumnya membatasi beberapa fitur. Dengan begini, Anda tidak perlu membayar untuk mengetahui dengan jelas UX dan kostumisasi di dalam tema WordPress pilihan.
Lakukan instalasi tema di website WordPress Anda dengan mengikuti panduan di konten berikut. Pastikan beberapa hal dasar sebelum benar-benar yakin untuk memberi versi premium.
4. Cek Performa
Lakukan pengujian kecepatan website saat menggunakan tema yang Anda pilih. Anda bisa menjalankan pengujian dengan layanan GTMetrix ataupun PageSpeed Insight.
Usahakan untuk tidak memasang plugin apapun di dalam website. Hal ini bertujuan agar hasil pengujian berjalan objektif. Pastikan website Anda memiliki indikator dasar hijau.
5. Cek Kustomisasi
Cobalah menjelajahi opsi pengaturan yang ada di dalam tema WordPress pilihan. Anda bisa menuju ke menu “Appearance” dan arahkan pilihan pada “Costumize” di dasbor WordPress. Pastikan Anda bisa mengatur berbagai tampilan dasar dengan mudah.
Eksplorasi pengaturan teks, warna, layout, dan elemen tampilan lain. Pastikan Anda tidak membutuhkan script tambahan untuk kebutuhan sederhana. Tema yang perlu modifikasi script untuk perubahan dasar akan menyulitkan Anda ke depannya.
6. Uji Coba Plugin
Lakukan juga uji coba pemasangan dan pemanfaatan plugin dasar. Anda bisa memasang plugin SEO seperti YoastSEO atau RankMath. Selain itu, Anda juga bisa menguji website dengan pemasangan plugin Jetpack apabila perlu.
Pastikan tampilan dan performa tidak mengalami kendala setelah pemasangan plugin. Beberapa tema WordPress mengalami gangguan pada pemasangan plugin. Hal ini bisa berdampak kerugian jangka panjang untuk Anda sebagai pemilik website.
7. Optimasi SEO
Pada pengujian dengan PageInsight, umumnya terdapat indikator analisa SEO pada performa website. Cek kembali indikator tersebut dan pastikan hal-hal dasar seperti kinerja konten serta efisiensi kode halaman berstatus baik.
Jika website Anda masih berstatus baru, analisa pada faktor ini bisa saja tidak terlalu positif. Sebab biasanya belum ada konten dan kinerja SEO dasar yang bisa terdeteksi. Jadi, lakukan kembali analisa secara berkala setelah Anda menambahkan konten di website.
Desain Berorientasi Fungsi
Tema WordPress responsif merupakan pendekatan desain berbasis fungsi. Anda tidak hanya mengutamakan tampilan dan estetika, tetapi juga pengalaman yang ideal untuk pengguna. Sebab akhirnya estetika desain tanpa performa optimal tetap tidak akan bermanfaat.
Apabila seluruh hal-hal di atas telah teruji, saat ini Anda berada pada posisi yang baik untuk berinvestasi pada tema premium pilihan. ***